Archive Page 2

29
Des
07

Sifat dan Karakteristik Khawarij

Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membagi-bagikan harta rampasan perang di desa Ju’ronah -pasca perang Hunain- beliau memberikan seratus ekor unta kepada Aqra’ bin Habis dan Uyainah bin Harits. Beliau juga memberikan kepada beberapa orang dari tokoh quraisy dan pemuka-pemuka arab lebih banyak dari yang diberikan kepada yang lainnya. Melihat hal ini, seseorang (yang disebut Dzul Khuwaisirah) dengan mata melotot dan urat lehernya menggelembung berkata: “Demi Allah ini adalah pembagian yang tidak adil dan tidak mengharapkan wajah Allah”. Atau dalam riwayat lain dia mengatakan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Berbuat adillah, karena sesungguhnya engkau belum berbuat adil!”.
Sungguh, kalimat tersebut bagaikan petir di siang bolong. Pada masa generasi terbaik dan di hadapan manusia terbaik pula, ada seorang yang berani berbuat lancang dan menuduh bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak berbuat adil. Mendengar ucapan ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan wajah yang memerah bersabda:

Siapakah yang akan berbuat adil jika Allah dan rasul-Nya tidak berbuat adil? Semoga Allah merahmati Musa. Dia disakiti lebih dari pada ini, namun dia bersabar. (HR. Bukhari Muslim)

Saat itu Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhu meminta izin untuk membunuhnya, namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarangnya. Beliau menghabarkan akan munculnya dari turunan orang ini kaum reaksioner (khawarij) sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikutnya:

Sesungguhnya orang ini dan para pengikutnya, salah seorang di antara kalian akan merasa kalah shalatnya dibandingkan dengan shalat mereka; puasanya dengan puasa mereka; mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari buruannya. (HR. al-Ajurri, Lihat asy-Syari’ah, hal. 33)
Lanjutkan membaca ‘Sifat dan Karakteristik Khawarij’




KHAWARIJ

لاَبُ النَّارِ ، كِلاَبُ النَّارِ ، كِلاَبُ النَّارِ ، هَؤُلاَءِ شَرُّ قَتْلَى قُتِلُوْا تَحْتَ أَدِيْمِ السَّمَآءِ ، وَخَيْرُ قَتْلَى قُتِلُوْا تَحْتَ أَدِيْمِ السَّمَاءِ الَّذِيْنَ قَتَلَهُمْ هَؤُلاَءِ. “(Khawarij itu) Anjing neraka, anjing neraka, anjing neraka! Mereka itu (Khawarij) seburuk-buruk orang yang dibunuh di bawah kolong langit. Dan semulia-mulia orang yang terbunuh di bawah kolong langit ini adalah orang-orang yang dibunuh oleh mereka (yang dibunuh oleh Khawarij)”. (H/R Imam Ahmad dalam Musnad 5/253. Ibnu Majah 176. at-Tirmizi. 3000. Berkata Syeikh al-Albani: Hasan Sahih, lihat: Sahih Sunan Ibn Majah)

Komentar Terbaru

Abu Muhammad Heriyan… di Info HOT
abu hasna di Info HOT
Dennies di Info HOT
Abu Zahro di buku: Mengidentifikasi Neo-Kha…
abdulloh di Info HOT