Alhamdulillah, segala puji bagi Allah
yang selalu melahirkan para ‘ulama dalam rangka menjelaskan kepada umat tentang urusan agama mereka. Para ‘ulama tersebut adalah pewaris para nabi yang membawa dan melanjutkan ilmu mereka di tengah-tengah umat ini. Rasulullah
bersabda:
” Sesungguhnya para ‘ulama itu adalah pewaris para nabi. Para nabi itu tidaklah mewariskan dinar maupun dirham. Namun mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang bisa mendapat bagian dari ilmu, sungguh ia telah mendapat bagian yang sangat besar”. [HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah]
Kepada merekalah urusan agama dikembalikan. Allah
memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya, kaum mu‘minin, untuk merujuk dan bertanya kepada para ‘ulama, sebagaimana firman-Nya:
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”. [An-Nahl: 43]
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah Karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaithan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu)”. [An-Nisa‘: 83]
Buku yang berada di hadapan para pembaca kali ini adalah salah satu buku yang memuat nasehat-nasehat para ‘ulama yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. Buku ini sengaja ditulis dalam rangka menjelaskan kepada umat tentang bahaya salah satu kelompok atau aliran yang menyimpang dari bimbingan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta manhaj as-salafush shalih.
Nama Al-Khawarij pada masa terakhir ini sering disebut dan ditampilkan. Sehingga ketika disebutkan nama ini, segera kesan negatif muncul di benak pihak yang mendengarnya.
Namun yang sangat disayangkan, kebanyakan umat ini tidak mengenali hakekat sebenarnya dari aliran Khawarij ini. Bahkan sebagian pihak telah menganggap bahwa kelompok ini hanya bagian dari sejarah masa lampau yang telah punah, adapun kini dianggap sudah tiada lagi. Maka buku yang ada di hadapan para pembaca kali ini, akan menjelaskan kepada kita semua tentang siapa Khawarij itu, bagaimana ciri-ciri dan sifat-sifat mereka, bagaimana paham mereka, sekaligus menjelaskan kepada para pembaca tentang bentuk-bentuk penyimpangan dan kesesatannya yang membahayakan umat terkhusus generasi muda.
Terkhusus bagi para orang tua, yang menginginkan keselamatan aqidah putra-putrinya dan mengkhawatirkan keterlibatan atau keterkaitan mereka dengan aqidah Khawarij dan berbagai tindakan terorisme yang mereka ciptakan, maka buku ini mempersembahkan sajian ringkas yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan, Insya Allah. Buku ini juga menguak berbagai praktek dan upaya kaum Khawarij dalam mempengaruhi kaum muda dan menjaring mereka untuk terlibat dalam kelompoknya.
Sehingga dengan itu, keberadaan buku ini di tengah-tengah kita terasa sangat penting. Penulisnya berupaya memberikan kepada kita berbagai manfaat ilmiah. Ketika membacanya, maka kita akan menyadari bahwa ternyata di seputar kita, di lingkungan masyarakat kita, di tempat-tempat pendidikan dan bermain putra-putri kita, paham Khawarij ini telah tersebar secara sistematis.
Untuk melengkapi berbagai faidah ilmiah yang disajikan penulis, maka disamping menerjemahkan dalam bahasa Indonesia, kami juga melakukan beberapa hal yang kami anggap penting, antara lain:
1. Memberikan beberapa penjelasan dan catatan penting dengan tujuan menghubungkan berbagai keterangan penulis dengan realita keseharian yang kita hadapi di negeri ini. Dengan harapan berbagai faidah ilmiah tersebut lebih mudah diterapkan dan lebih membantu dalam mengenali adanya paham Khawarij serta mempermudah dalam mengidentifikasi berbagai kelompok yang berpaham dengan paham tersebut di negeri kita.
2. Menjelaskan makna kata atau suatu permasalahan, agar lebih jelas dan mudah dimengerti.
3. Memberikan takhrij hadits disertai dengan keterangan tingkat keabsahannya, yang kami nukil dari pernyataan-pernyataan para ‘ulama dalam bidang hadits.
4. Meluruskan beberapa kesalahan lafazh yang terjadi.
5. menyebutkan beberapa tokoh Khawarij beserta tulisan-tulisan mereka yang memuat paham Khawarij.
6. Menunjukkan berbagai bukti dan contoh atas pernyataan penulis.
7. Pemberian sub-sub judul tambahan, dengan tujuan mempermudah pembaca dalam membaca dan memahami.
Peletakan Sub-sub judul tersebut terbagi dua:
a. Sub-sub judul yang disebutkan oleh penulis pada bagian daftar isi, yang kemudian kami masukkan pada bagian isi buku.
b. Sub-sub judul yang sengaja kami tambahkan. Untuk jenis ini kami berikan tanda pembeda berupa tanda (
) pada bagian daftar isi.
8. Seluruh catatan, penjelasan, bukti, dan contoh di atas kami letakkan pada bagian catatan kaki (footnote).
9. Kami juga membuat daftar isi khusus untuk catatan kaki-catatan kaki yang kami letakkan.
Hal penting yang perlu kami jelaskan pula, bahwa rekomendasi Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan yang terletak di awal tulisan, adalah rekomendasi untuk buku aslinya yang ditulis oleh Jamal bin Furaihan Al-Haritsi, bukan untuk buku terjemahan ini dengan segala catatan yang kami letakkan.
Itulah beberapa penjelasan yang bisa kami sampaikan. Tak lupa ucapan terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam proses penerjemahan dan penulisan buku ini, terkhusus: Al-Ustadz ‘Abdush Shamad bin Salim Bawazir, Al-Ustadz Ayip Syafruddin, dan Al-Ustadz Asykari bin Jamaluddin yang telah membantu mengoreksi naskah thullab dan memberikan saran serta masukan yang sangat berarti di tengah-tengah kesibukan yang cukup padat. Demikian juga kepada Al-Akh Ahmad Alfian yang telah membantu kami, mulai dari pengetikan naskah, penyediaan referensi, serta ide dan saran yang turut menghiasi buku ini. Tak ketinggalan pula beberapa (santri) di Ma’had As-Salafy yang juga turut membantu kami dalam mengoreksi dan mengedit. Semoga Allah
membalas jerih payah dan amal baik mereka dengan kebaikan di dunia dan akhirat.
Kami menyadari bahwa seluruh yang kami sajikan dalam tulisan dan terjemah ini masih jauh dari sempurna. Di sana-sini masih terdapat berbagai kekurangan yang membutuhkan adanya pembenahan demi pembenahan. Atas segala saran dan kritik membangun yang dilandasi oleh bimbingan Al-Qur‘an dan As-Sunnah sesuai pemahaman as-salafush shalih dengan lapang dada kami terima dan kami ucapkan Jazakumullah Khairan
Mengakhiri pengantar ini, kami memohon kepada Allah
untuk mengampuni segala kesalahan dan kekurangan kami. Kami juga memohon semoga tulisan ini bermanfaat bagi kaum muslimin dan termasuk dalam catatan amal baik kami di sisi-Nya, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
Jember, 20 Rajab 1428 H/4 Agustus 2007 M
Hamba yang faqir
Luqman bin Muhammad Ba’abduh
Sumber: http://www.merekaadalahteroris.com/pengantar-penerjemah.htm
afwan ada gambar anjingnya…
jawab:
Si Anjing Nerakanya ber-kaki 3, ngk ada hidungnya, lehernya terputus, jadi dibuat mirip aja anjing..insyaALLOH kami faham ttg hukum bergambar makhluk. dan gambar ‘anjing’ nya dibuat cocok dengan karakter kelompok/jama’ah khawarij dan yang mengikuti mereka.
barokAllohufiikum,
pengelola.